8 Negara Muslim Desak Pembukaan Perbatasan Rafah untuk Palestina
8 Negara Muslim Desak Pembukaan Perbatasan Rafah untuk Palestina
Delapan negara Muslim, termasuk Indonesia, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Mereka mendesak agar perbatasan Rafah dibuka dua arah guna memudahkan akses bantuan kemanusiaan serta evakuasi warga sipil Palestina yang terdampak konflik.
Desakan tersebut muncul seiring terbatasnya jalur masuk bantuan medis, pangan, dan logistik ke wilayah Gaza. Penutupan atau pembatasan perbatasan Rafah dinilai memperparah kondisi warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia yang membutuhkan pertolongan segera. Negara-negara Muslim menilai pembukaan Rafah menjadi langkah mendesak demi menyelamatkan nyawa.
Isu pembukaan perbatasan Rafah tidak hanya dipandang sebagai persoalan politik regional, tetapi juga sebagai masalah kemanusiaan global. Hak hidup, keselamatan warga sipil, serta akses terhadap bantuan darurat merupakan prinsip dasar kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak tanpa terkecuali.
Negara-negara Muslim pun mengajak masyarakat internasional untuk terus memberikan perhatian dan dukungan nyata bagi rakyat Palestina. Selain melalui jalur diplomasi, solidaritas kemanusiaan dan doa dari masyarakat luas diharapkan dapat menjadi kekuatan moral dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina.